37. Belanja Perlengkapan

1161 Kata

Pagiku di sambut senyuman manis dari Rei, lagi-lagi aku merasakan detak jantungku berdetak tidak beraturan. "Pagi sayang, pagi anak papa" Rei mencium keningku lalu mencium perutku, aku hanya membalas dengan senyuman. Rei sudah rapih dan akan berangkat seperti yang dia katan. "Aku berangkat dulu ya sayang, hati-hati kalau mau berangkat. Sekali lagi maaf tidak bisa menemanimu" kata Rei sambil mengelus rambutku. "Tidak apa-apa, kamu juga hati-hati ya" Rei mengangguk dan pergi. Aku menatap punggung Rei yang menghilang di balik pintu. Aku merasakan pipiku panas, rasanya aku seperti baru saja jatuh cinta. Sungguh sangat menyenangkan jika kami begini selamanya, tiba-tiba aku membayangkan kami sedang bermesraan di ranjang, dan bahkan bercinta. Oh piktorku alias pikiran kotorku, langsung saja be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN