"Kau masih tetap sama. Bertahun-tahun berlalu, belum berubah." Daisy mendesis. Melayangkan tamparannya untuk membuat pria b******n itu mundur. Apa yang pria itu lakukan di sini? Bersemayam di tempat ini? Osaka jauh dari Tokyo. Ya Tuhan. Daisy benci meratapi takdirnya sendiri. "Kau masih saja bersikap ketus padaku?" "Diam, bajingan." Daisy menyala dengan marah. Tidak peduli siapa pria di depannya, dia tidak lagi takut. Peduli setan dengan dunia yang membencinya. "Pelacur." Satu tamparan kembali melayang. Daisy menepis tangan itu yang balas mencekik lehernya. Pria b******n yang sayangnya berdompet tebal. Dia bisa lakukan apa pun untuk membuat lawan jenis tidak berkutik. Selama uang berbicara, mereka akan mudah ditaklukkan. Dan Daisy membencinya. Membenci tatapan orang-orang di Osaka pad

