"Oke. Sudah seleOrlan, kan? Baik, ini saatnya kita pulang." Suara Lively Rose memecah senyap di dalam ruangan. Daisy tidak mau—malas menghitung diameter ruangan berbentuk seperti jajaran genjang atau persegi panjang ini. Bentukan abstrak yang membuat bingung karena semua permainan khas anak laki ada di dalam rumah. Semua menipu. Tampilan luar ini seperti bangunan lama yang ditinggalkan penghuninya. Daisy pernah menonton rumah serupa di Silent Hill. Dan mencengangkan saat dalamnya berisi satu set barang mewah bersama teman-temannya. Bahkan, penghuni yang menempati rumah tua ini pun mahal. Kairo menghela napas. Merasa bosan karena si majikan tidak menyajikan makanan. Dia lapar. Demi Tuhan! Tidakkah para segerombolan kerbau jantan dari Afrika tahu kalau dia lapar? Lamunan Daisy pecah kala

