Daisy menarik napas. Menahan dirinya tepat di depan pintu Seven Eleven yang tertutup. Semua hanya perasaan atau prasangka buruk yang hinggap membuatnya gelisah? Angin berhembus sedikit lebih kencang. Membuat topi hitamnya terlepas jatuh. Daisy memungut dalam diam. Mendengar suara kucing bertengkar menabrak tong sampah, membuatnya nyaris terjungkal. "Shit." Seharusnya, dia menerima tawaran Rose untuk menginap. Lalu, kembali menarik napas. Dadanya berdegup kencang. Dia ingin sekali duduk, menikmati malam di saat dadanya masih berdetak tak nyaman. Mengingat semua pemberitaan buruk itu masih mengarah, Daisy harus kembali ke rumah lebih cepat. Sepatunya melangkah terdesak. Berulang kali menghela napas kala matanya berlari ke sekitar, tersentak menemukan bunyi kaleng jatuh dan sampai pada su

