Rehan Aditya "Kami nggak pernah jadian Rhe," Jawabku seadanya. Karena nyatanya memang tak ada hubungan yang lebih selain friend with benefit di antara kami. "Terus?" Rhea pasti penasaran. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menceritakan segalanya. Dengan konsekuensi seburuk apapun. Akan tetapi harus dari mana aku memulainya. "Masa laluku terlalu rumit untuk dimengerti. Apalagi sama bocah kaya kamu." "Aku bukan bocah!" sergahnya. Bibirnya mengerucut, baginya mungkin tanda tak suka. Tapi bagiku, itu godaan hasrat yang sedari tadi ku tahan. "Kalau bukan bocah lalu apa? Wanita dewasa mana yang nggak punya antisipasi, berada dalam satu kamar bersama orang lain." "Tapi kamu bukan orang lain," keluhnya dalam lirih. Aku menengok ke arahnya. Sepasang matanya nampak berkaca-kaca. M

