Sabar Ya

1097 Kata

Rehan Aditya Dengan selinting rokok yang menyala di tangan, aku masih tetap berdiam di atas sini. Menunggu sampai jam pulang tiba, yang seharusnya hanya tinggal sebentar lagi. Aku menyesap kembali gulungan nikotin itu, hanya untuk meredakan keresahan. Bertubi tubi, masalah tentang hati mendadak betah untuk tinggal di sekelilingku. Jika saja perasaanku jatuh pada Yunita, itu akan jauh lebih mudah. Aku mungkin nggak mencintainya, tapi dia mencintaiku. Gadis yang baik dan penurut juga nyaris tak pernah mengecewakanku. Justru aku yang membuat masalah dan mengecewakannya. Tapi dia tahu siapa aku, dia tahu baik dan buruknya kehidupanku, dan nggak keberatan dengan itu. Sedangkan Nanda, aku mencintainya. Dan mungkin dia juga mencintaiku. Tapi Nanaa hanya mencintai sosok Rehan yang sekarang. I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN