Pentingkah?

1101 Kata

Ananda Rhea Prahadi Semuanya kembali berjalan seperti biasa. Biasa disini maksudnya adalah, seperti beberapa hari sebelumnya, yaitu terpaku dalam perasaan canggung yang kuciptakan pada Allan dan Rehan. Setelah acara pertikaian tak jelas tadi pagi, Rehan akhirnya di kembalikan ke Departemen Barista. Sebagai gantinya, kini Pak Arga yang di tarik ke dapur. Suasana mendadak aneh, setelah aku mulai terbiasa dengan hadirnya. Biasanya, aku bisa sesekali melihat Rehan yang sedang serius bekerja. Tapi sekarang, tak ada pemandangan lain, selain wajah muram Allan. Meski ini lebih baik, karena kepindahan Rehan akan memperkecil kemungkinan mereka kembali bertikai. Kasak kusuk nggak jelas, serta pertanyaan karyawan lain yang kepo dengan kehidupan pribadiku mulai membuat semuanya terasa tak nyaman. Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN