Entahlah ini bukan pilihan yang dia buat ini juga bukan kemauan yang dia inginkan namun dilihat dari segi segalanya, Miracle mang sudah sangat frustasi dengan apa yang dia pikirkan sekarang. Wajahnya tampak percaya diri saat melangkahkan kaki dari rumahnya dengan wajah itu bahkan dia tidak tahu lagi harus mengatakan apa-apa kecuali berjalan dan menatap ke depan. "Apakah yang kamu lakukan?" tanya wanita yang datang dari arah depannya. "Apakah itu ibu?" tanyanya terkejut dan mencoba untuk menyelaraskan waktu serta wajah. Ekspresi wajah mereka berdua kelihatan sangatlah berbeda dan kini tentunya ibu Miracle ternyata berada di situ, dia melihat wajah anaknya yang sebenarnya belum bisa dia lihat dengan mata telanjang, betapa sedihnya hatinya ketika melihat bola mata itu. Sebenarnya sedari

