Zee yang kali ini benar-benar ingin bertobat, di ibaratnya kali ini hanya menjadi angin di tengah angin musim, angin yang sama sekali tidak memiliki pengaruh. "Ada apa, Zee kenapa tadi kamu berjalan seperti itu?" tanya Reyhan dia membawa Zee ke rumahnya. "Di mana ini." Zee menoleh ke samping dan ke kiri dia juga melihat bahwa ini bukan tempatnya. Zee segera duduk dari tidurnya, dia tidak ingin melihat diri ya berada di rumah Reyhan, mata mereka saling bertautan ingin rasanya dia memeluk lelaki itu tetapi apa boleh buat dia bukan sekedar wanita saja dia harus menghargai setiap orang yang dekat dengan Reyhan. "Kenapa kamu tidak memberitahu bahwa Miracle akan menikah?" tanyanya saat ini sembari menatap ke sembarang arah. "Apakah kita mempunyai hubungan yang spesial sehingga aku harus mem

