Kehidupan yang nyata ini membawanya ke arah yang lebih pahit ingin mengahakiri rasanya sungguh sangat pedih dan ingin membuat segalanya terlihat sempurna ini bahkan tidak jelas. Dia menghela napas, yah siapa lagi kalau bukan wanita yang kali ini baru saja sampai di apartemen karena pulang membelikan makanan dia juga tidak tahu entahlah namun yang pasti rasa lelah ini tidak akan terbayar menurut dirinya. Dia menatap ke depan dengan tatapan lesuh rasanya pulang dari toko tidak seenak di toko Indonesia, saat ini dia dengan wajahnya yang lesu semakin terkejut saat merasakan ada pukulan tangan dari belakang punggungnya. "Astaga, ada apa ini?" dia tercengang saat itu sembari berdiri sepeti seorang yang kaku. "Kenapa?" Dan tenyata itu adalah Reyhan betapa kesal dirinya ketika di kejutkan ole

