PECANDU CINTA

1018 Kata
Benar, apakah memang jika wanita selalu bersama kemana-mana, mereka akan mendapatkan musibah? Rasanya kali ini diriku ingin menangis, menangis karena hal yang sangat indah, pertama, karena sekarang ini diriku telah mendapatkan gelar ratu satu malam. Jujur mendengarkan itu saja, rasanya diriku ingin terbang melayang ke dunia yang sangat luas ini. Pipiku yang tadinya putih pucat, sekarang sudah berbeda menjadi merah tersipu. Gigiku yang tadinya aku buka lebar, karena tertawa kali ini sudah kututup rapat-rapat karena takut nantinya nafasku sangat terdengar lebih jelas sekali pada pendengaran Miracle. Jelas dia berteriak kepadaku, saat mengatakan bahwa dirinya mencintai diriku, suara itu sangatlah jelas pada Indra pendengaranku, aku melihat berbagai gerakan yang dilakukannya. Hujan dan juga angin, menjadi tempat lelaki itu menyatakan perasaannya. Hujan dan juga angin menjadi sanksi bagi kami berdua kala itu. "Bruk ..." Aku mendengar suara itu dan sekilas mataku segera membelalak. Aduh! rasanya diriku kembali lagi dipermainkan dalam dua dimensi yang berbeda. Kalian tahu? ternyata setelah aku melamun, rasanya aku ingin mati saja, tenggelam ke dasar laut, yang paling dalam, dan juga terbang ke langit yang paling tinggi. Kalian juga tahu, ternyata diriku hanyalah melamun, mungkin untuk waktu yang akan dekat ini, namaku bukan lagi Zee penonton video 21+, mungkin namaku akan berubah menjadi Zee tukang pelamun yang rawan. *** Sinar mentari, datang bagaikan rembulan yang selalu bersinar di malam hari. Kalian juga tahu? semalam sehabis diriku melamun, aku serasa terbang kali ini, karena lelaki yang bernama Miacle itu mengecup keningku. Meskipun itu hanyalah efek dari dirinya yang sudah mabuk berat, namun satu langkah sudah berhasil kugapai, sekarang aku suka merasakan bagaimana lembut dari bibirnya. Sekarang diatas ranjang, diriku tersenyum bagai orang yang sudah mendapatkan anak dari lelaki yang aku cintai. Sekarang juga rasanya, hampa jika aku bangun terlalu sangat cepat. Ada yang mengatakan bahwa anak gadis itu tidak bisa bangun lama-lama ada juga yang mengatakan bahwa anak gadis itu adalah seorang pembantu, baik sebelum menikah dan setelah menikah. Kusikapi semua itu hanya dengan gelengan kepala, dan juga hati yang mekar. Kalian tahu juga kan, diriku bukan orang yang muda diperintah, diriku hanyalah seorang gadis yang mencinta lelaki yang mungkin tidak mencintai hati ini. Jika difilm sinetron Indosiar, maka ini bisa diamankan sebagai film yang berjudul. "Cintai diriku, yang berstatus babu ini." Jujur aku menertawakan diri sendiri dan juga hatiku sendiri, kalian tahu? karena jika diibaratkan dengan pemain film sinetron tersebut, aku jauh lebih keren dari mereka pemain film tersebut. Dahulu tersentak rasanya, dan juga kuusap kepalaku dengan kedua tanganku. Kalian tahu mengapa? aku kira karena hujan atau memang genteng yang bocor, namun nyatanya, sekarang ada seorang yang tidak lagi adalah ibuku, telah ikut membersihkan badanku. Mataku tersentak, segera aku bangkit berdiri dari ranjangku, untuk sekarang ini segera aku pergi tanpa sepatah katapun, karena reaksi yang diberikan oleh Ibuku adalah reaksi singa yang sudah lapar. Didalam kamar mandi aku bersungut-sungut tidak jelas, bibirku yang kumanyungkan dan juga nafasku yang sedikit rasanya melemah akibat air yang sekarang ini telah membuat diriku basah. Setelah beberapa lamanya berlalu, untuk sekarang ini aku telah siap keluar dengan pesona yang baru, karena tidak mungkin diriku keluar melihat calon mertua dan calon suami dengan keadaan jelek bukan? Sungguh apakah aku terlalu tinggi untuk itu, apakah pikiranku terlalu tinggi untuk hal sederhana seperti itu. Sekarang tiba waktunya, dapur kini telah menjadi tempat terahkirku dipagi hari yang cerah ini. "Apakah kamu mau menjadi selebritis?" Itu adalah pertanyaaan yang pertama sekali dikeluarkan oleh wanita yang berstatus sebagai ibuku. "Jelas, anakmu ini adalah selebritis yang tidak mau terkenal, coba ibu bayangkan nantinya aku akan mendapatkan beribu followers, bahkan milyaran, enak tidak?" Aku menjawab pertanyaan ibuku tadi, jelas dari raut wajahku mimik ibuku berubah menjadi bengis, tentu saja hatiku tertawa, dan rasanya aku telah menang. Lelaki yang kini telah berada didepan meja makan, melihatku dari atas sampai bawah, aku bisa melihat gerakan matanya, karena aku melihat dirinya juga. Aku tertawa dalam hati sekali lagi, tentu karena aku berhasil merebut perhatian dari Miracle, seketika kakiku gugup tidak bisa berjalan lagi. 'Ada apa?' batinku sembari menatap ke bawah. Jelas hatiku ingin menangis, rencananya tadi diriku ingin membuat mereka semua terkesan kepada diriku yang saat ini. Namun, ternyata aku hanyalah seorang babu, bagaimana tidak, sekarang ini ternyata sandal adalah masalahnya, dan rok yang sudah rusak sedikit, terkoyak. Aku memberikan air minum dan juga makanan ini, didalam hati aku sudah mengumpat dan mengabsen nama binatang, mulai dari huruf A sampai Z. Jujur kali ini jelas bukan nasibku, bukan nasibku agar bisa membuat Miracle merasa kagum dan juga bangga pada diriku. Segera aku berlari ke arah kamar, tetapi sebelum benar-benar diriku sampai didalam kamar, aku juga sempat mendengar tawa yang sangat senang mereka keluarkan dari mulut mereka. Tetapi, aku sedih tawa itu adalah tawa yang membunuh, sekaligus membunuh diriku. Didalam kamar aku hanya ingin menjadi pecandu akan cinta, tetapi Kareena hal sepele itu tidak bisa kukabulkan dalam waktu yang dekat, aku melakukan antraksi. Antraksi yang kulakukan cukuplah untuk memuaskan rasa pecandu cintaku, kalian pasti sudah tahukah tempat dan juga waktu yang sudah kujadwalkan untuk semua ini. Yah, menjadi pecandu cinta memang adalah setiap keinginan dari wanita dan juga lelaki, namun ada salah seorang dari mereka yang tidak bisa mendapatkan gelar itu. Perlahan namun pasti kakiku yang panjang, mulai bergerak tidak tahan lagi, karena sekarang sungguh adegannya paling nikmat dan juga adegan yang selalu dinanti-nantikan. Rasanya perutku juga diisi dengan semua kupu-kupu, baik itu yang terlihat dan juga yang besar. Perlahan namun pasti lagi-lagi, diriku merasa terganggu ketika sudah berada di ujung permainan. Ketika lelaki itu ingin memasukkan apa yang menjadi miliknya ke area sensitif wanita itu, dengan keringat yang sudah bercucuran dan juga dahaga mereka berdua yang tampak sangat berbeda. Sedetik kemudian ... Duar ... Ingin rasanya aku tertawa sembari membunuh siapa yang sekarang ini datang, namun orang yang datang adalah orang yang bisa membunuhku. Ibu. Yah sekarang dia datang, ibuku datang, rasa itu seketika lenyap saat melihat keringat ibuku telah membasahi keningnya. Aku bodoh, tidak tahu diri, namun cantik. Tetapi satu pertanyaan yang terbesit dalam hatiku. Kalian ingin mengetahuinya? Yukk ... Ikuti selalu kisah yang tersembunyi dibalik kisah ini ... "Mencintaimu dalam bayangan." Karena setiap perasaan itu berbeda, maka kita yang akan menyatukannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN