CALON MERTUA

1017 Kata

Sepertinya ini baru panah yang sesungguhnya tanpa topeng dan juga tanpa sekecil pun itu dosa, tampaknya bola mata yang dia keluarkan saat ini benar tidak main-main dia hanya bisa menelan savilanya dengan diam dan kembali mencoba tenang di era jantungnya yang berpesta pora. "Ibu?" ulangnya dengan nada yang tertekan. "Iya apakah kamu belum di kasih tahu oleh dia? saya adalah ibu dari lelaki tengik ini dan Ini adalah ayahnya," ucapnya dengan nada yang sangat santai sehingga Zee tidak dapat lagi menyerap kata-kata itu. Di seberang sana kali ini pagi terasa lebih indah pasalnya saat ini mereka berusaha untuk tidak saling kaget di era satu ranjang dan satu selimut, sudah biasa dan akan terbiasa nantinya. Untuk Miracle yang tengah memeluk wanita yang masih tidur terpulas itu dang untuk Miracl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN