Mulut Zee termanggut-manggut dia kesal dengan Miracle yang saat ini selalu saja mengomentari setiap langkah nya,”kenapa?” kali ini Miracle yang membuka suaranya tidak percaya,”anda tahu sikap anda ini sudah keterlaluan.” Ucap Zee dengan nada suara yang santay. Siang itu masih menjadi siang yang sangat terik terlihat jelas untuk mereka berdua yang saling tatap menatap dengan tatapan bola mata tajam, tidak pernah menduga bahwa jawaban yang di berikan oleh Zee sangat menusukhati wanita itu. “Siapa yang mengatakan kalau aku cemburu?”tanya lelaki itu dengan tangan yang kali ini dia tunjuk wanita itu. “Lantas kenapa anda terlihat sekali mengatur semua langkahku, kadang saya bingung dengan Tuan di satu sisi saya bahkan tidak pernah menguntit langkah dari Tuan tetapi kenapa kali ini Tuan malah

