Wajahnya tampak kacau balau seperti kapal pesiar yang pecah, dia merenggut rambutnya ke atas dan ke bawah. "Apakah kalian akan seperti ini terus menerus?" tanyanya frustasi sembari menatap kedua wanita yang sudah saling Jambak menjambak itu. Mereka sama sekali tidak menghiraukan apa yang di katakan oleh Reyhan, sebaliknya mereka hanya mendengarkan saat ada sesuatu keluar dari mulut mereka masing-masing. Pertengkaran itu seakan menjadi bala di antara mereka berdua, hanya karena satu lelaki sudah jelas mereka berantam. Zee tidak tahu mengapa dengan Reyhan yang tidak mau menjambak atau menampar pipi wanita yang tidak tahu malu ini, dia sangat dan sangat ingin membunuh hidup-hidup wanita ini. Karena tidak tahan lagi, wanita dengan hak tinggi kali ini melepaskan jambakan itu, dia merasa kek

