Tidak segampang membalikkan tangan untuk melupakan semua hal yang mereka lakukan, wanita dengan wajah yang judesnya berada di titik kamarnya dengan sorot mata yang sangat tajam dan juga pikiranya yang entah menajam ke mana. Dia teramat kesal dengan ini semua pasalnya sekarang ini dia melihat sikap arogan lagi dari Miracle, beberapa hari yang lalu dia kembali dikerjai oleh Miracle dan juga Vanessa, dengan sifat serakah yang sudah mulai muncul pada Zee dia tahu apa langkah yang harus dia lakukan untuk saat ini. “Jangan heran nantinya kalau akupun bisa membuat kamu seperti ini,”ucapnya dan saat itu menatap ke depan dengan sorot mata yang tak terkendalikan. Di sisi lain wanita dengan hak tinggi dan juga tawa yang tidak akan pernah luntur dari wajahnya sedang bersama Miracle dia berada pada

