Teresa kembali menundukkan kepalanya, sungguh ia sangat ketakutan dengan tatapan mata Arga yang begitu menusuk jantungnya." Jangan banyak tanya, lakukan saja apa yang aku perintahkan, jika kau melanggar, maka kau akan tau akibatnya." Setelah mengatakanlah hal itu, Arga berdiri dan pergi meninggalkan Teresa yang masih menundukkan kepalanya, Arga melangkahkan kakinya keluar, ia mengembangkan senyuman tampannya. Setelah kepergian Arga, Teresa mulai membanting gelas yang ada di atas mejanya, ia berteriak meluapkan amarahnya yang terpendam."Aaaaaargh sialaaaaaaaan, kenapa semuanya jadi begini? Brengseeeeeek." Teriak Teresa diirngi dengan suara pecahan gelas yang ia lempar ke lantai. *** Hari pernikahan. Seperti yang di perintahkan Arga, Teresa kabur di hari pernikahannya, pak Satrio dan jug

