Saat ini Arga tengah meeting bersama klien pentingnya di salah satu restaurant yang cukup terkenal di kotanya. Mereka nampak serius membicarakan masalah kerja sama yang akan menguntungkan pihak masing-masing. Tiga puluh menit berlalu, meeting itupun selesai, Arga menghela nafasnya kasar, selama meeting berlangsung ia terus saja di hantui bayangan tubuh polos istri kecilnya tadi pagi, namun, Arga masih bisa mempertahankan expresi di wajahnya, bahkan ia masih bisa terlihat sempurna ketika dirinya menanggapi masalah kerja sama tersebut. Luar biasa. "Senang bisa bekerja sama dengan anda pak Arga." Klien itu mengulurkan tangannya kepada Arga. "Begitupun juga dengan saya." Arga berucap sambil menyambut uluran tangan tersebut. Klien itu tersenyum, jabatan tangan mereka pun terlepas."Kalau be

