Hari sudah pagi, sinar matahari mulai menembus celah jendela kamar sepasang suami istri yang masih setia dengan tidur lelapnya. Tidak lama kemudian, Cristy mulai membuka kedua bola matanya, pandangan pertama yang ia lihat adalah wajah tampan sang suami. Cristy menatap lekat wajah tampan sang suami yang kini masih memejamkan kedua bola matanya dengan tenang, Cristy tersenyum tangannya terulur mengusap lembut wajah tampan itu. "Om m***m ini ternyata sangat tampan," Cristy bergumam pelan, tangannya terus menelusuri setiap bagian wajah tampan sang suami." Tapi sayang sekali, dia sangat m***m dan menyebalkan." Cristy terkekeh dengan pelan. Ia masih tidak menyangka jika dirinya akan jatuh cinta kepada laki-laki yang sudah memisahkan dirinya dengan cinta pertamanya. "Sudah puas menatapnya?" A

