"Jangan pernah ragu dengan pernikahan ini," ucapku dengan nada bergetar. Benar-benar merasa bersalah atas semua kekacauan ini, "Mas kemarin enggak sadar, Li," Lily hanya terdiam, isakan tangisnya mulai mereda, "Mas cinta kamu."
"Karena apa?" Lily bertanya dengan nada serak, "karena Mas Mahen melihat Laila ada di tubuh Lily?"
Aku bungkam. Lidahku terlalu keluh untuk menjawab. "Wajah Lily dan Mama emang mirip, tapi kita berbeda. Aku bukan perempuan periang seperti mama, aku lebih pendiam," ucapnya.
"Tolong lihat aku sebagai Lily, bukan sebagai Laila," ucap Lily bersamaan dengan air matanya yang terjatuh. Dia berjalan menjauhiku lalu dia naik ke atas ranjang.
Aku terpaku di tempat. Dari sini hanya melihatnya yang kembali menangis. Dia begitu tersakiti oleh kesalahanku. Mungkin dia butuh waktu untuk pulih sehingga aku memutuskan untuk berjalan meninggalkannya sendirian di kamar.
?
"Ini yang aku takutkan dari awal, Mahen," ucap Laila yang berada di hadapanku.
Karena pertengkaran aku dan Lily semalam, aku memutuskan untuk bertemu dengan Laila keesokan paginya. Aku harus bercerita dengannya karena dia yang paling tahu tentang keadaan ini.
"Kamu harus mencintai dia sebagai Lily. Jangan pernah ingat-ingat aku lagi, Mahen," ucap Laila sendu.
Aku menarik napas panjang. Dadaku rasanya begitu sesak dengan permasalahan ini. "Benar kata Lily. Aku melihat kamu ada di dalam diri dia," aku berhenti sejenak, "seperti yang dulu pernah aku bilang, aku enggak mau menikah kecuali dengan perempuan yang mirip dengan kamu dan yang paling mirip adalah Lily."
Mata Laila tiba-tiba memerah dan air mata terjatuh. Aku menangisi dua wanita. "Kalau dari awal aku tahu fakta ini, aku enggak akan menyetujui kamu menikah dengan anak aku," Laila terisak pelan, "Lily pasti sakit hati."
Aku terdiam. "Jangan sampai Mas Bima tahu permasalahan ini. Jangan sampai Mas Bima tahu kalau anak perempuan kesayangannya kamu sakiti," ucap Laila tegas, air mata sudah tidak turun dari matanya.
Tiba-tiba otakku membayangkan tentang reaksi Pak Bima. Sudah pasti aku langsung dipisahkan dari Lily bukan hanya untuk sementara, bisa jadi untuk selamanya. Mungkin saja aku dipaksa bercerai dengan Lily. Mengingat Pak Bima begitu tegas.
"Kamu jangan kasih tahu, La. Karena aku tahu Lily tidak mungkin mengadu kepada Pak Bima."
Kalau Laila sampai memberitahu Pak Bima, masalah ini sudah pasti berakhir dengan aku dan Lily yang berpisah. Aku tidak mau itu terjadi. Aku tidak mau bercerai dengan usia pernikahan yang masih berumur jagung.
"Kamu harus bertanggung jawab dengan janjimu. Jangan sakiti dia. Yakinkan diri kamu kalau kamu mencintai dia sebagai Lily dan buat dia percaya."
Aku hanya terdiam. "Dalam jangka waktu sebulan, kalau permasalahan ini masih berlarut-larut atau semakin besar. Aku enggak segan-segan memberitahu permasalahan ini kepada Mas Bima."
Laila menyelempangkan tasnya. Dia berdiri dari duduknya. "Keputusannya ada di kamu, Mahen. Cintai dia sebagai Lily atau kalian berpisah," ucapnya lalu berlalu dari hadapanku.
Bersambung
Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a.
Di k********a kalian bisa mendapatkan
1. Satu buku lengkap Cool Girl and Our Wedding
2. Extra Part (1, 2, 3, 4, 5, 6)
Extra Part 1
Extra Part 2
Extra Part 3
Extra Part 4
Extra Part 5
3. Bagian Tambahan (Edisi Spesial Lily)
Hanya dengan Rp39.000 kalian bisa akses semua partnya.
Cara belinya:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya ( Full _ Ebook _ Cool Girl and Our Wedding _ TheDarkNight_)
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".