Aku dan Lily sedang menikmati makan malam kami. Dia tidak berbicara apapun begitu juga denganku. Sebelum makan sampai sesudah makan kami hanya diselimuti keheningan.
Aku lebih dahulu naik ke lantai atas, sedangkan Lily mencuci piring. Aku merebahkan tubuhku di ranjang. Beberapa saat kemudian dia datang, dia ikut berbaring di sebelahku. Aku berbalik menghadapnya, tetapi dia memberikan guling di antara kami dan dia tidur memunggungiku.
Aku tidak mau mengejar-ngejarnya. Aku perlu waktu untuk menyakinkan diriku tentang perasaanku sendiri.
Pertanyaan yang masih belum aku temukan jawabannya yaitu tentang rasa cintaku kepada Laila sudah benar-benar hilang atau belum dan juga apakah aku menjadikan Lily hanya sebagai pelarian atau bukan. Aku tidak tahu dan perlu waktu untuk menemukan jawabannya.
Beberapa hari setelahnya kami juga selalu diliputi keheningan, tidak ada kehangatan seperti rumah tangga pada umumnya. Kami dekat, tapi rasanya begitu jauh. Kami tidur satu ranjang yang sama, tapi rasanya tidurku selalu kesepian. Rumah tangga kami tidak berjalan semestinya.
"Besok Mas mau ke Malaysia," ucapku saat Lily keluar dari kamar mandi. Dia tengah bersiap-siap untuk tidur.
Lily berjalan ke meja rias lalu membuka peralatan skincare-nya. "Iya."
"Ada urusan kantor, seminggu di sana," ucapku memberitahu. Berharap dia dapat sedikit peduli kepadaku.
"Iya."
"Jangan menginap di rumah Pak Bima. Kamu tinggal di sini aja."
Dia menatapku lewat pantulan kaca. Matanya melirikku penuh dengan tanda tanya. "Kenapa?" tanyanya cepat.
Jawaban jujurnya, aku tidak mau Lily sampai cerita kepada Pak Bima. Takut saja kalau Lily keceplosan atau Pak Bima memancing Lily agar menceritakan tentang keadaan rumah tangga kami, tapi aku tidak mungkin memberitahu Lily alasan ini.
"Enggak baik rumah ini dibiarkan kosong," alibiku. Lily hanya mengangguk-angguk, tampaknya dia percaya dengan ucapanku.
"Besok Mas berangkat jam 8 pagi."
Lily menyelesaikan kegiatan skincare-annya, dia berjalan mendekati ranjang lalu tidur dengan posisi seperti biasa. Kami yang saling memunggungi dengan guling yang menjadi pembatas.
Pagi harinya aku terbangun dengan mata yang terpaku melihat koper di depan lemari pakaianku. Ada sebuah surat yang tertempel di sana. Aku mengambilnya dan langsung membacanya.
Lily ada kuis pagi-pagi.
Semuanya sudah Lily siapkan.
Hati-hati di jalan.
- Lily, bukan Laila.
Membaca isi suratnya membuat aku tersenyum. Dibalik sikapnya yang dingin dia masih memedulikanku, dia tidak lari dari tanggung jawabnya sebagai seorang istri. Namun, begitu melihat kalimat paling akhir, tiba-tiba senyumanku berubah menjadi kecut.
?
Sesampainya di Malaysia, aku langsung menghadiri meeting perusahanku. Aku sedang menjelaskan proyek kerjaku di depan rekan-rekan bisnis, tiba-tiba ponselku berdering.
Tanpa melihat siapa yang menelepon, aku langsung membisukan posnselku dan kembali fokus kepada aktifitasku. Aku menyelesaikan meeting sampai selesai.
"Terima kasih Pak Mahen, senang bekerja sama dengan anda," ucap salah satu rekan bisnisku.
Aku tersenyum membalasnya. "Sama-sama, Pak Ibnu. Semoga proyek kali ini berjalan dengan baik ya." Pak Ibnu mengangguk lalu dia pamit pulang.
Aku sendirian di ruang rapat ini. Pandanganku tertuju pada ponselku, aku membukanya dan ada banyak panggilan yang tidak terangkat dari Laila dan juga Pak Bima. Selain panggilan, ada juga pesan dari Laila.
Lailaaaaa
Lily masuk rumah sakit.
Share location
Segera ke sini.
Bersambung
Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a.
Di k********a kalian bisa mendapatkan
1. Satu buku lengkap Cool Girl and Our Wedding
2. Extra Part (1, 2, 3, 4, 5, 6)
Extra Part 1
Extra Part 2
Extra Part 3
Extra Part 4
Extra Part 5
3. Bagian Tambahan (Edisi Spesial Lily)
Hanya dengan Rp39.000 kalian bisa akses semua partnya.
Cara belinya:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya ( Full _ Ebook _ Cool Girl and Our Wedding _ TheDarkNight_)
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".