— Duka

1273 Kata

Suara lemari pendingin berukuran lumayan besar yang berdiri di pojok ruangan rawat inap memecah keheningan di dalam sana. Lampu temaram sengaja dihidupkan agar membuat dua orang yang kini tengah berada di alam mimpi masing-masing merasa nyaman untuk memejamkan mata, tentu saja Asha tetap tidur di kursi sisi ranjang suaminya, keras kepala namun Mahesa suka. Bunyi detik pada jam dinding terdengar semakin keras seakan ikut bergabung dengan lemari pendingin hingga membuat tidur Asha yang tadinya nyenyak menjadi bergerak gusar. Mahesa sendiri entah sejak kapan sudah membuka matanya, padahal mereka berdua baru saja tertidur sekitar pukul 9 malam. Lelaki tersebut melihat jarum yang menunjuk ke angka 11, sorot matanya kemudian menyapu ke sana kemari, terlihat panik dengan keringat menetes deras

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN