— Singgah

1182 Kata

Langkah kaki tanpa alas menyentuh dinginnya lantai rumah terlihat berjalan pelan namun pasti menuju suatu tempat yang selama seminggu ini tidak ia kunjungi, padahal ada rahasia di dalam sana, ada hal yang tak sempat dibaca dan ditanyakan karena waktu dengan kejam merebut kebahagiaan mereka berdua. Jangan salahkan waktu, salahkan dirimu sendiri yang selalu menunda-nunda. Ceklek! Aroma kopi masih jelas terhirup dari dalam sana, suasana gelap gulita yang tadi sempat mendominasi kini berubah menjadi terang, namun tentu saja tetap sunyi, bahkan cicak pun seakan tak berani mengusik kesunyian ini. Asha menarik nafas panjang lalu kembali berjalan menyusuri ruang kerja mendiang suami tercintanya, memegang setiap benda yang menemani perjalanannya sembari terus mengingat kenangan-kenangan mereka be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN