Pukul 6 sore, saat ini Maya telah siap dengan balutan celana kain berwarna cokelat, serta atasan kemeja kotak-kotak berukuran besar yang kancingnya dibiarkan terbuka hingga menampakkan dalaman kaos polos berwarna hitam. Tak lupa pula, sepasang sepatu sneaker dan waits bag hitam menjadikan wanita tersebut sama sekali tak terlihat seperti ingin makan malam di restoran besar, hingga membuat Brian menghela nafasnya. Maya terlalu menghayati peran untuk membuat orang yang akan dijodohkan dengan dirinya menjadi risih. Sedikit informasi, nama orang tersebut adalah Laksa. Lelaki tampan keturunan Semarang Jogjakarta. Semua kriterianya memang hanya ada di Maya. Laksa juga menyukai gadis yang tampil feminim dan hal itu justru membuat Maya semakin niat untuk meminjam kemeja milik Banyu, dan memaka

