— Bicara Rasa

1907 Kata

Setelah sepenuhnya keluar dari area restoran tersebut, Brian dan Maya akhirnya dapat bernafas dengan lega. Setidaknya satu masalah besar telah selesai, dan satu masalah kecil saat ini akan mereka berdua hadapi dengan mudah. Yaitu menenangkan Nakula yang masih menangis histeris serta menyebut nama Sang mama. Semoga saja ikatan batin Asha tidak merasakan bahwa anaknya saat ini tengah menangis, batin keduanya. "Mama Sha, Naku mau mama Sha!" pintanya ditengah isak tangis, hingga membuat Maya bingung harus bagaimana karena ia lupa tak membawa botol s**u yang tadi sempat disediakan oleh Asha ketika masih berada di rumah. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk berjalan terlebih dahulu ke tempat Brian memarkirkan mobilnya, di depan minimarket yang terletak tepat di samping restoran. "Gue lap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN