Di sinilah mereka, taman belakang sekolah yang biasa Naya kunjungi di waktu jam istirahat. Kali ini, ada Bima di tengah-tengah Retta dan juga Naya. Mereka bertiga terdiam. Mencerna baik-baik dengan kejadian tadi pagi. Bima duduk di pinggir paviliun, sedangkan Retta dan Naya duduk di kursi taman. “Satpam itu… dialah orang yang memberitahuku terkait kejadian kematian 3 siswi itu.” ujar Bima memecah keheningan diantara ketiganya. Retta mendongak menatap Bima yang juga menatap dirinya. Sedangkan Naya, ia mengerutkan keningnya tak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh Bima. “Apa ini semacam peringatan untuk kita?” tanya Retta pelan. “Jadi… Kak Arin benar mengetahui bahwa kita tengah mencurigainya?” tanya balik Bima. Retta mengigit

