Retta duduk di kursi meja belajar nya. Ia menatap halaman depan dengan kosong. Naya yang duduk di sebelahnya, tengah mencatat beberapa materi tambahan yang ia dapat dari internet. Dalam diamnya, Retta tengah memikirkan semua keanehan yang ada di sekolah maupun asrama ini. Kalau di telusuri lagi, dari awal ia sudah merasa aneh. Sekolah mana yang menerima murid baru di pertengahan semester begini? Memang, kakaknya menggunakan koneksi temannya yang menjadi guru di sini. Tetapi, Bu Liviana juga tidak terlalu memiliki pengaruh besar di sekolah ini. Bahkan dari apa yang Retta lihat, wali kelasnya itu hanyalah guru biasa yang tampak tak memiliki banyak koneksi. Bukankah aneh jika dirinya tiba-tiba di terima di sekolah ini? "Apa yang kau pikirkan? Kau terlihat seperti memiliki beban pikiran ya

