Waktu menunjukkan pukul delapan pagi, Marsha membereskan ranjang kamar yang ditidurinya semalam setelah membangunkan Nabila yang sepertinya terlalu terlelap, mungkin karena perjalanan mereka yang banyak lika-likunya untuk sampai menginjakkan kaki di villa penginapan ini. Marsha merapikan selimut dan meletakkannya di tepi kasur, lalu tersenyum samar ketika melihat kamar keduanya yang telah tertata dan enak dipandang. Gadis cantik itu menyisihkan barang untuk Nabila, karena bersedia berteman dengannya yang antipati pada lingkungan. "Marsha, gue bisa minta tolong gak?" Muncul Nabila yang membalut rambutnya dengan handuk kecil, mengindikasikan selesai mandi dan keramas. Marsha menoleh seraya mengangkat alis tinggi-tinggi. "Hm? Minta tolong apa, Bil?" Nabila menggaruk tengkuknya yang tak g

