Chapter 30 (b)

595 Kata

Rey mengangguk malu-malu, menutupi pipinya yang memanas seraya mensejajarkan langkahnya dengan Marsha yang setengah berlari mendahuluinya. Dia reflek tertawa, merasa sedang diajak main kucing dan tikus. Sesampainya di halaman depan villa, para guru pembina sudah berjajar menginterupsi dan teman-teman lain pun berbaris sesuai tata tertib. Marsha buru-buru berdiri di barisan kelasnya bersama Nabila, begitupun Rey yang berjalan santai. "Lo abis ngapain sama Rey?" bisik Nabila curiga usai menyikutnya. Marsha memilih mingkem, enggan meladeni rasa penasaran temannya. Marsha mengedarkan netra ke seluruh barisan yang terbentuk di sana, memindai satu per satu. Memastikan semuanya masih baik-baik saja, tiada yang ganjil. Gadis itu menarik napas lega setelah selesai mengamati. Namun, satu per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN