"Anjir, lo mau bikin gue berdarah? Kejam. Jangan marah-marah nanti keriput kek nenek-nenek, nanti jodoh lo bakalan kabur!" "Bodo!" maki Nabila kesal. Rey mendelik. "Heh, kok ketua kelas cewek gini suka ngomong kasar, gue doain kalo lo dikejar pocong!" "Bodo' amat lah, didatangi pocong kek apa kek, gue gak peduli. Yang jelas gue gak takut sama hal mistis kek gitu." Nabila mengambil tempat tepat berseberangan dengan pohon beringin yang tengah ditempati oleh Rey. Beginilah perkataan sang cewek yang paling pemberani daripada yang lain. "Gue cuman heran apa yang lo lakuin sendirian disini? Setau gue lo gak pernah seneng kalo kesepian, kan biasanya sama sasaran baru lo si Marsha, tuh." Jleb! Mampus! Rey terdiam skakmat oleh Nabila. "Y-ya gue udah memantapkan harapan gue ke Marsha aja.

