"Anda penjahat sesungguhnya yang membuat mama saya meninggal dunia!" Marsha mendelik horor pada Rey yang napasnya tersengal-sengal setelah mengatakan hal yang tak sepatutnya dilakukan. "Abrisam Reynand!" Hancur sudah sikap tenang yang dibangun Alex sekuat tenaga. Hati beliau yang penuh tambalan kembali jatuh terluka berkeping-keping. Namun, pria itu memilih bergeming di tempat. Tidak mengambil langkah tegas terhadap anak lelaki semata wayangnya seperti ayah-ayah pada umumnya. Mungkin beliau sudah tahu bahwa main tangan bukannya menjadikan Rey penurut, tetapi memperkeruh suasana. Bisa-bisa tambah membangkang. Mendesah panjang. Marsha memijat pelipis yang berdenyut, pening luar biasa. Bagaimana tidak? Di depan gadis tersebut, Rey justru berteriak nyaring tepat di depan batang hidung se

