"I-iya, Pak. Apa Anda punya urusan dengan saya?" Marsha menelan ludah gugup ketika tatapan Alex yang mengintimidasi. Apakah dia sudah membuat suatu kesalahan yang besar? Kalau iya, kesalahan apa? Gadis itu memilih untuk mengeratkan jemarinya ke ujung jaket daripada melihat tatapan beliau. Dia mundur selangkah, Rey tersentak merasakan ketidaknyamanan Marsha. "Marsha, sebenarnya dia itu papa gue," bisik Rey jujur, menyorot sendu sembari memegang remasan tangan gadis itu yang menguat takut bercampur kekagetan. Apa katanya? Papa? Yang benar saja! Berarti Marsha sudah berlaku tak sopan kepada orang tua. Menarik napas sekilas, gadis itu memilih mendekat, dan berucap, "Baiklah. Saya akan ikut dengan Anda. Ayo!" Marsha melirik ke arah Rey yang irasnya antara tak suka dan kesal kepadanya. Ah,

