Duaar! Suara letusan gunung yang menggelegar, seakan merobek gendang telinga itu terus terdengar seakan tak puas menakut-nakuti para warga yang sudah histeris. Inikah pertunjukan dadakan yang Hantu Ding-dong ingin pamerkan padanya? Kalaupun iya, itu sama sekali tak menyenangkan di penglihatan Marsha. Sungguh. Marsha termangu sendirian melihat lelehan lahar bersuhu amat panas yang dapat membekukan manusia di muka bumi mengalir dari sana. Manik cokelat miliknya sesekali menyipit silau, memantulkan cahaya yang berapi-api yang berasal dari ledakan dahsyat tersebut. Marsha tidak merasa terkejut, sudah menduga ini adalah ulah jahat Ding-Dong yang tak mampu menahan amarahnya lagi kali ini. Merepotkan! "s**t, dasar gadis s****n! Kenapa kau sebegitu gigihnya mempertahankan manusia yang gak

