"Matamu, Dam?" Adam terkejut. Pertanyaan dari mulut Marsha membuatnya mendadak salah tingkah. "Kenapa sama mata gue?" Adam berusaha sebiasa mungkin menutupi bahasa tubuhnya yang kelihatan kikuk. "Kamu ada problem sama Abri?" Marsha memiringkan kepalanya, mau melihat lebih jelas wajah Adam yang menunduk. "Enggak, gue biasa aja." "Jangan bohong, saya tahu itu cuma alibi kamu!" ujar Marsha mengintimidasi. "G-gue ada rapat OSIS, gue duluan. Ketosnya mau pamit!" Adam mengalihkan topik. Marsha terdiam sejenak, lantas mengangguk pelan. Ia mempersilakan Adam untuk segera menghadiri rapat yang katanya penting. Sebenarnya ia ingin bertanya lebih lanjut, namun sepertinya cowok yang menjabat sebagai ketua OSIS itu tidak mau membuka suara. Ada apa? Adam terlihat aneh dan juga menghindar demi

