Langit biru malam yang begitu cerah, Rembulan bersinar terang tanpa terhalang mega. Suara hiruk-piruk terdengar sangat meriah karena acara api unggun akan diselenggarakan empat puluh lima menit lagi, Marsha, Nabila, dan kawan-kawan saling bahu-membahu agar persiapannya cepat selesai dengan lancar jaya. "Bil, lo bisa bantuin gue buat motong acar ijo ini?" Seorang cowok mendatangi Nabila yang asyik mengajarkan Marsha beberapa resep makanan yang lezat karena pekerjaan mereka baru selesai. "Kenapa harus gue? Minta tolong orang sana." Nabila yang merasa terpanggil menatap Adrian tak percaya. Seakan tak rela jika waktu berduanya dengan Marsha terusik oleh orang lain. "Lah, tapi lo, kan, juga orang, Bilbil cantik!" Nabila menggertakkan gigi gemas. Setidakpekakah Adrian pada sinyalnya yang

