Dia reflek berdeham salah tingkah. Marsha menjatuhkan rahangnya. Ini sungguh-sungguh Adam yang asli, bukan? Gadis itu menahan napas, merasa tak percaya pada pendengarannya. "Kamu serius gak masalah?" ulang Marsha. Adam mengangguk singkat membalas pertanyaannya. Marsha langsung teringat pada sosok Rey yang tengil dan asyik kalau sedang diajak bercanda, dia bisa tertawa lepas bahkan terbahak-bahak. Berbeda jika bersama dengan Adam, gadis itu kembali jadi kaku dan pemalu. Sangat kontras. "Akhir-akhir ini lo dekat sama anak yang namanya Abrisam Reynand, Mar?" tanya Adam membuat Marsha spontan menoleh. Dia mematung. "Mungkin iya," balas Marsha sekenanya, padahal di dalam dia bertanya-tanya mengapa Adam jadi menyinggung tentang Rey? "Lah, kenapa mungkin? Bukannya pasti?" Marsha hanya ter

