Secepat embusan angin, keheningan menyelimuti ketiga manusia yang kini saling berhadapan. Alex terlihat anteng saat dua anak manusia di depannya sedang cekcok bagai pasutri. "Apa lo bilang tadi?" Rey mengerutkan dahi tak suka saat kalimat yang terlontar dari bibir Marsha. Pasalnya, masa' gadis itu pulang di tengah-tengah rekreasi? Bukannya dia sudah berjanji pada cowok itu? "Iya, jadi saya harus pulang. Ada masalah mendesak di rumah nenek." Marsha memamerkan kolom chat yang dikirim dari Cantika pada Rey yang mendengkus frustrasi dan Alex sebagai bukti. "Yah, masa secepat ini?" Marsha tak sepenuhnya berbohong. Cantika sempat mengiriminya pesan yang menyiratkan kalau beliau sedang kesulitan menjaga rumah sendirian. Dia sebagai cucu yang berbakti tak boleh menolak permintaan tolong sang

