Chapter 36 (b)

531 Kata

Yah. Hati cowok itu belum terbuka, masih dipenuhi rasa tak terima. Marsha tersenyum kecut, kemudian melangkahkan kaki gontai setelah punggung Rey sudah tak nampak. Dengan kunciran yang entah kapan terlepas, surai panjang Marsha terurai anggun menyelaraskan langkah yang gundah. Mungkin ada baiknya gadis itu harus pamitan, setidaknya dengan Nabila dulu. "Sebisa mungkin, gue harus cepat menuntaskan penasaran tentang lentera s****n, baru beralih ke masalah cowok labil itu," gumam Marsha seraya membulatkan tekad, meskipun rasanya kesal sekali dengan reaksi negatif dari Rey. "s**t, annonying." Reflek gadis itu mencengkeram sesuatu yang berada tepat di atas bahunya. Sesosok makhluk bertubuh hancur dengan lelehan cairan hitam seketika melepaskan pelukan pada leher Marsha, mengerang kesakitan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN