"Jangan besar kepala! Aku hanya akan mewujudkan keinginanmu agar bisa bicara," tegur Arka. Lelaki itu menyentil kening Dara. Bersamaan seseorang yang membuka pintu. "Assalamu'alaikum." Dara dan Arka langsung menoleh, senyuman terukir di bibir lelaki itu. "Allhamdulillah, kamu udah sadar, Dara," seru Mona. Mona langsung melangkah mendekati Dara. Wanita itu memeluk erat tubuh sang teman membuat Dara menepuk-nepuk punggung Dara. "Mama, udah pelukannya. Kasian tuh Mbak Dara," tegur Gaia. Mona yang menyadari kesalahannya langsung melepaskan dekapan. Ia terus mengulas senyuman di bibir, tangan wanita itu memegang bahu sang teman. "Makasih ya, Mbak. Kamu udah nolongin aku," lontar Gaia. Gadis itu mendekat dan memegang tangan Dara. (Iya, gak papa. Kamu gak papa kan?) Perempuan itu me

