Seminggu berlalu kini Dara dirawat di rumah. Arta dan Mona begitu telat dan bergantian merawat wanita tersebut. Dara merasa bak Ratu karena keinginannya cukup chat dan sepasang sejoli itu akan berusaha mewujudkan. "Ghibran nangis, Dar. aku ke sana dulu ya, jangan lupa minum obatnya habis makan," seru Mona. Dara mendongak memandang Mona lalu mengangguk sebagai jawaban. Setelah kepergian wanita itu, Dara langsung mengulas senyum sumringah. Bergegas meraih handphone untuk mengirim pesan pada Arka. [Mas, belikan aku buah-buahan,] Setelah mengirim pesan tersebut, ia langsung meminum obat dan mulai bersandar di kasur. "Ahh ... moga aja kedekatan kami ini bisa sampai membuat dia menaruh hati padaku. Terus setelah sembuh kami akan menikah, batin Dara berseru. Getar handphone menandakan p

