Waktu beputar begitu cepat, tak terasa kini telah lewat tiga bulan. Sekarang Dara melatih kakinya, ia berjalan dengan kruk. Annisa sebenernya ingin berhenti, tetapi dia membutuhkan uang jadi bertahan. "Ahhh ... lebih enak pakai kursi roda, kalau pakai ini sangat melelahkan." Dara mengeluh dalam hatinya, wanita itu memilih mendaratkan bokongnya ke sofa. Menyalakan televisi untuk menonton acara ke sukaan, sebenarna ia bisa menyaksikan di kamar karena Arka menyediakannya. "Karna memakai ini, Annisa jadi tak banyak kerjaan. Ia seperti memakan gaji buta saja. Aku harus terus memerintah ini itu, agar uang Mas Arka tidak terbuang sia-sia," lanjut Dara. Wanita itu langsung mengetik sesuatu di ponselnya. Sehabis itu menyandarkan tubuh seraya menatap acara yang ia sukai. Annisa yang baru sa

