Mereka tiba di gedung pilihan Brian pada pukul 11 siang. Claire langsung jatuh cinta terhadap tempat itu. Belum ada dekorasi yang berarti memang, namun interior originalnya saja sudah begitu indah dipandang mata. Seperti bangunan di sebuah zaman Renaissance. Well, Brian ternyata mempunyai sentuhan seni dalam seleranya. “Bagaimana menurutmu?” Brian menanyakan sebuah pendapat pribadi padanya. “Cantik, klasik dan wow—aku rasa aku tidak perlu menambahkan lagi kain apapun di setiap sudut gedung. Semua ini kelihatan sudah seperti yang seharusnya.” Komentar Claire membuat Brian tertawa. “No, Claire. Pesta ini juga untukmu. Kau yang akan mengaturnya nanti. Aku ingin semua orang tahu jika adikku adalah desainer interior yang mengagumkan.” Brian menolak apa yang Claire bilang, namun berhasil memb

