Dua hari kemudian, berkat dibantu oleh Ibu, Fany bisa terbangun setelah dua hari tertidur. Aku sempat bertanya, kenapa harus membawa Fany pergi dari rumah. Alasannya karena di rumah ini banyak makhluk yang mengusik Fany. Selain itu, Ibu bisa fokus merawat Fany jika hanya mereka berdua di sana. Bi Inem sudah bersiap. Ia tak membawa banyak baju. Hanya beberapa karena memang tidak lama di sana. Toh, jika kurang, tinggal bilang saja. Pasti kami mengantarkan lagi. Tubuh gadis malang itu semakin kurus. Pandangannya kosong, pun tak merespon jika ditanya. Sebenarnya tak tega meninggalkannya berdua bersama Bi Inem. Namun, demi kesembuhan, hanya jalan ini yang bisa membantunya. Dion pun murung sepanjang perjalanan. Terbayang harus berpisah dengan calon istri selama beberapa hari. Tatapannya ta

