"Lah, kenapa sih? Belum tidur rupanya, `kan?" ucapnya. "Cepet ke ruangan CCTV!" suruhku. Ia pun melepas jaket dan berjalan menuju ruangan itu. Aku mengekor di belakang, takut ada sesuatu yang menyeramkan tiba-tiba muncul di hadapan. Kutunjukkan rekaman ketika Fany bergelagat aneh itu kepadanya. Ia menggeleng pelan, menyuruhku melihat rekaman itu lagi. Aku sontak ternganga, kok tidak ada apa-apa? "Salah, Mas. Bukan ini pasti! Tadi ada beneran!" ucapku kekeuh. "Emang ada apa, sih? Kamu liat sendiri gak ada yang aneh kok. Toh, tadi Mas ke sana juga emang gak ada apa-apa. Habis diobati, Fany langsung tidur," jelasnya. "Aku liat, Fany bawa pisau terus dia mau bu–" "Kamu halusinasi, Dek. Dari tadi Mas sama Ibu di kamar dia terus, ya. Mas gak lihat apa-apa. Kalau gak percaya, tanya Ibu

