Dugaan

1649 Kata

Sekitar pukul dua siang, aku pergi ke kamar Fany. Niatnya ingin memanggil anak itu makan karena sejak tadi dipanggil tak menyahut. Namun, ia tak ditemukan di mana pun. Aku mendengkus kasar, jangan-jangan dia pergi bersama Dion tanpa izin orang rumah. Benar-benar. Kucoba menghubunginya, tersambung tapi tidak diangkat. Entah apa yang mereka lakukan sampai nekat keluar rumah, padahal Ibu melarangnya. "Cepat cari, Nak! Kasian nanti diapa-apain sama orang halus!" pinta Ibu setelah aku mengadu. Aku memutar bola mata malas. Mulai kesal dengan tingkah Fany yang keras kepala. Agaknya harus cepat-cepat dinikahkan. "Suruh Mas Arif aja, Bu! Males banget lho aku keluar," tolakku. "Jangan gitu, Nak! Bagaimanapun, Fany lebih dekat sama kamu. Cepat cari, nanti keburu diapa-apain." Dengan langkah m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN