"Sakitnya makin parah, ya, Bi? Bibi rutin olesi minyak bawang itu, `kan?" tanyaku. "Rutin, Bu, tapi bukannya membaik malah makin banyak nanahnya. Mungkin memang bukan cacar," jawab wanita paruh baya itu. Aku mengembuskan napas pelan, lalu mengelus lembut rambut Fany. Terasa kasar, rupanya banyak nanah juga di kepala gadis ini. Ya Tuhan, seluruh tubuhnya digerogoti penyakit aneh. "Apa dia bener-bener gak punya keluarga, Bu? Yang bisa ngobatin atau jaga dia begitu." "Nggak ada, Bi," jawabku lalu mendengkus kesal, "semua keluarganya gak peduli sama dia karena perselisihan. Aku juga gak paham masalah apa, yang jelas hal itu membuat orang tua Fany dan keluarga sana jadi terpecah belah. Bahkan neneknya sendiri, gak mau tau," jelasku. "Ya Allah, kasihan juga. Kalau kenapa-napa gak ada yang

