Alana memperhatikan wajah Abryan dengan seksama, ia masih penasaran siapa sosok pria berwajah belasteran ini susah sekali mengingatnya tapi wajahnya sangat familiar, seperti pernah ia lihat sebelumnya tapi persis kapan dan di mana ia sama sekali tidak ingat. Abryan yang merasa diperhatikan menaikkan sebelah alisnya. "Ada apa? Kenapa melihatku seperti itu?" Alana mengendikkan bahunya. "Aku merasa pernah melihatmu?" Abryan tertawa membuat Alana semakin bingung. "Ternyata ingatanmu sangat payah! Awalnya aku memang tidak mengenalimu tapi saat bekerja aku mengingat kalau wajahmu tidak asing dan aku sudah ingat!" Jadi benar dugaan Alana kalau mereka pernah saling kenal sebelumnya. "Memangnya apa yang kamu ingat?" "Aku ingat kamu adalah Alana adik kelas kesayangan Lexa saat SMP, kalau tidak

