Bab 31

1391 Kata

Abryan buukannya ingin mengusir Alana dari apartemennya hanya saja ia tidak ingin Alana terlalu lama kabur. Ini sudah hari ke tujuh ia tinggal di sini tanpa memberi kabar ke siapapun. "Na, sampai negara api menyerangpun lari dari masalah bukan sesuatu yang baik! Aku bukannya tidak senang kamu tinggal di sini tapi kamu itu punya keluarga yang khawatir, kamu punya suami!" Alana bergeming, semua perkataan Abryan memang benar tapi untuk kali ini biarkan Alana terhindar dari orang-orang yanb sering menyakitinya. Alana hanya ingin bahagia. Apa itu salah? Apa seorang anak yang terlahir dari cara yang salah tidak pantas untuk bahagia? Apa anaknya Alana juga kelak hanya akan menderita sepanjang hidupnya? Sungguh Alana tidak sanggup menerima kenyataan jika memang itu yang terjadi. Satu tetes air

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN