Chapter 09. Sam Wynne (1/2)

1476 Kata
Chapter 09. Sam Wynne (1) Sam Wynne bertubuh sangat tinggi. Semenjak memasuki tahun kedua pertumbuhannya menjadi pesat begitu saja. Padahal dulu ia sangat kurus dan kecil, sekarang malahan ia salah satu murid yang selalu terlihat utuh kepalanya dalam kerumunan orang banyak. Meskipun memiliki tubuh besar, Sam sama sekali tidak berani menghajar siapa pun. Bahkan ia tidak pernah membunuh seekor semut pun, malah selalu menyelamatkan semut yang nyaris terinjak orang-orang. Sam berkulit kecokelatan dengan tubuh berbidang, namun ia memiliki wajah manis ketika tersenyum. Rambutnya hitam pekat dengan model mangkuk dimana poni selalu menutupi dahinya. Matanya seperti mata anak anjing, membuatnya semakin tampak lucu dan manis, apalagi dia adalah anak laki-laki yang mudah tersenyum. Sam menjalani hidupnya di Kota Percampuran, Burdenjam, dengan tabah. Memegang status sebagai eksisten Manusia disertai predikat lemah, sudah rahasia umum jika ia menjadi bulan-bulanan sejak kecil. Namun sekarang keadaannya cukup membaik semenjak pertemuannya dengan Charis, Seorang gadis misterius yang entah darimana. Sam menyelip diantara kerumunan anak-anak dengan mudah di lorong seusai pelajaran. Tubuh tinggi besarnya membuat murid-murid enggan menubruk tubuhnya hingga reflek menghindar. "Hei," sapa Sam ragu-ragu pada Young setelah berhasil mencapai langkah dari kaki-kaki pendek Young. Young mendongak padanya. Tinggi tubuh keduanya sungguh kontras. "Hei..." balas Young datar. Sam masih belum bisa mempercayai jika Young Kim adalah sama dengan dirinya dan Charis. Padahal selama ini ia selalu satu kelas dengan Young, jauh sebelum ia mengenal Charis. "Aku akan ke kantin," kata Young kaku. "Aku juga," Sam memutuskan mengikuti Young. Dan ini aneh, karena ini pertama kalinya Sam duduk di kantin bersama teman sekelasnya yang bahkan nyaris tidak pernah saling menyapa. Namun Young tidak berkomentar apa pun. Mereka memesan paket yang sama untuk dimakan. "Dimana Charis?" tanya Young setelah keheningan beberapa lama diantara mereka. Sam mengangkat bahu. "Dia kadang pergi begitu saja," jawab Sam. "Hei, Young." Kehadiran si Cover Boy yang tidak terduga membuat wajah Young menggelap tidak suka. Si Pria cantik segera duduk di samping Young, melemparkan senyuman pada Sam. "Oh, hai, Sam!" sapa Yasuo, terlihat cukup kaget. Ia memperhatikan Young dan Sam bergantian. "Wah, kalian makan di satu meja!" Young mengabaikan si Cover Boy dan tetap melanjutkan makan. Sementara Sam mengerjap memandang Yasuo, seolah terhipnotis dengan aura ceria Yasuo. Yasuo selalu menjadi remaja yang unik. Bukan hanya karena fisiknya yang memesona, juga tingkah lakunya yang menyenangkan dan ramah. "Luar biasa karena tidak biasanya... eum... kalian berdua terlihat di meja yang sama," Yasuo menyengir lebar sambil masih memandang mereka berdua bergantian. "Berisik," keluh Young. "Aku hanya penasaran apa yang dilakukan 'dia' di sini." kata Yasuo sambil mengamati sesuatu di atas kepala Young. "Siapa?" tanya Sam bingung. "Mr. Click Clock," Jawab Yasuo segera. Sam membelalakan mata. "Mr. Click Clock?" ulangnya. Ia sering mendengar nama arwah itu yang katanya selalu bergentayangan di Lantai tiga. Jadi rumor Yasuo yang bisa melihat sesuatu tak kasat mata itu memang benar. "Ya, dia ada di sini." kata Yasuo meyakinkan. "Dasar gila." desis Young. "Apa yang dilakukannya di sini?" tanya Sam. Ia merasa kikuk dengan keberadaan sang arwah meski ia tidak bisa melihat keberadaannya. "Kau serius mempercayai omong kosong dia?" tegur Young tidak percaya melihat ketertarikan Sam. Yasuo tertawa saja. "Nah, aku juga sedang bertanya-tanya," jawab si Cover Boy, mengabaikan Young, semakin berusaha membuat Sam untuk mempercayainya. "Biasanya arwah hanya berada di sekitar wilayah kematiannya kalau mereka tidak mati penasaran." Young mendadak berdiri setelah menghabiskan makan siangnya. "Sampai nanti," gerutunya dan beranjak pergi. Sam agak kecewa karena Young buru-buru pergi begitu saja. Padahal ia bermaksud mencoba mengenal Si Kacamata dengan baik. Tapi tentu sangat sulit memahami karakter Young yang pendiam plus introvert. Perhatian Sam berpindah pada Yasuo yang tidak mengatakan apa pun lagi, dan masih memandangi punggung Young menjauh hingga keluar dari kantin. *** Sam menemukan kedua orang tuanya duduk di sofa ruang tamu ketika ia pulang. Ia menyapa keduanya dan keduanya membalas. "Kau sudah makan?" tanya Ibunya, Keila Wynne. "Belum," jawab Sam segera. "Ayah membuat spageti," Ayahnya, Evan Wynne memberi tahu. "Cek saja di dapur." Sam memberikan isyarat 'Ok' dengan jarinya sebelum melengos masuk ke dapur. Ia segera mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum mengambil makan malamnya. Sam membawa piring dan minumannya ke kamarnya, dan mendadak berhenti di ambang pintu. Charis telah duduk di atas ranjangnya, tampak asing memainkan game play stationnya di dalam kamarnya yang gelap gulita. Sam segera menyalakan lampu, menggeleng jengkel dengan sikap gadis itu. "Darimana saja kau?" tanya Sam, menggeser kursi untuk duduk. "Sudah makan?" "Belum," jawab Charis, pasang matanya tetap fokus pada layar monitor game. "Ayah membuat spageti, kau bisa ambil sendiri ke dapur." "Oke," Charis segera melempar keypad game, lalu meloncat turun dari ranjang, kemudian segera melengos keluar dari kamar. Beberapa saat kemudian gadis bertubuh mungil itu kembali dengan piring dan gelas di tangannya. "Tadi aku mencoba mendekati Young," Sam membuka percakapan. "Tapi dia adalah anak yang sangat sulit." Charis tidak menanggapi, ia tampak fokus mengunyah makanannya. "Masakan ayahmu selalu enak," komentarnya. Charis telah tinggal di rumah keluarga Wynne semenjak pertemuan pertama Sam. Sam mengingat jelas bagaimana ia bertemu dengan Charis, ketika itu ia sedang menjadi bulan-bulanan anak-anak nakal. Pada awalnya ia mengira Charis adalah Penyihir, gadis itu muncul dengan bebatuan yang melayang di sekitarnya yang ia gunakan untuk menghajar anak-anak nakal itu. Sam berterima kasih karena itu pertama kalinya ada seseorang yang menghentikan p********n yang ia terima setiap hari. Tom, seorang werewolf kaki tangan Drake, adalah anak yang paling suka membuatnya menderita. Dan begitulah, selanjutnya, gadis itu memberitahukan sebuah fakta baru padanya. Bahwa mereka berdua adalah Letifer. Sebuah istilah yang kedengaran istimewa namun mengerikan. Sam tidak tahu apa ia benar-benar berbeda. Tapi selama ia dipukul dan dihajar, ia nyaris 'jarang' merasa sakit. Bahkan lukanya sangat cepat sembuh. Karena itulah tubuhnya selalu terlihat sehat walau mentalnya tidak. Selanjutnya inilah yang terjadi, Charis masuk ke dalam kehidupannya begitu saja. Gadis itu membuat memori baru pada setiap orang entah bagaimana caranya. Misal di sekolah, semua murid seolah memiliki memori jika gadis itu sudah sejak lama bersekolah di Heleva. Salah satu efek keberadaan Charis, anak-anak mulai jarang memperhatikan Sam hingga akhirnya Sam telah lolos dari korban favorit bulan-bulanan Tom dan kawan-kawan. Selain itu, Charis dapat tinggal di rumah keluarga Wynne tanpa membuat ayah dan Ibu Sam menyadari keberadaan gadis itu. "Hei, kau pernah melihat arwah di Lantai tiga?" Sam bertanya. Charis menoleh pada Sam. Ia tampak berpikir sesaat. "Mungkin. Kenapa?" "Kau ingat anak yang bernama Yasuo di kelasku?" "Cowok yang kayak cewek itu?" Sam menggeleng jengkel. "Dia memang cantik, tapi dia masih laki-laki." "Kenapa dengan dia?" "Dia memberitahuku jika Mr. Click Clock, arwah lantai tiga, bergentayangan di Kantin." Charis mengerutkan dahi sesaat. "Cowok itu bisa lihat arwah?" "Ya, Yasuo dikenal dengan rumor jika ia bisa melihat arwah. Selain itu ia dijuluki Pangeran dongeng karena bisa berkomunikasi dengan hewan dan tumbuhan." kata Sam. "Kau serius?" "Rumornya begitu, tapi dia memang memiliki pribadi yang menyenangkan." "Hmm, kalau begitu aku ingin melihatnya lebih dekat lagi." *** Sam merasa sedikit gelisah ketika lagi-lagi Charis menghilang setelah jam pelajaran pertama. Seperti ada yang dilakukan si gadis misterius itu, entah apakah Charis benar-benar penasaran dengan Si Pangeran Dongeng yang terkenal di sekolah mereka itu. Langkah Sam terhenti ketika ia melihat Zack Myron sedang dikepung oleh Drake beserta dua kaki tangannya, Hayley dan Tom. Ia mendadak khawatir. Apakah Drake sedang mencoba merekrut Zack lagi? Bocah berambut albino itu belum masuk geng Blacksoul kan? Sam hanya terdiam di tempatnya. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Zack pernah menyelamatkannya dari Drake dan kawan-kawan, tapi apakah dia mampu melakukan hal yang sama seperti Zack dalam situasi ini? Sam menelan ludah. Ia memang sangat pengecut. Kemudian ia melihat Drake menyingkir meninggalkan Zack, diikuti kedua kaki tangannya. Sam segera menghampiri Zack setelah melihat ketiganya telah menjauh di ujung lorong. "He-Hei," sapa Sam ragu-ragu. Zack menoleh. "Hei," balasnya. Sebelah alisnya terangkat seolah menyadari ekspresi cemas di wajah Sam. Ia tertawa kecil. "Tenang saja, mereka tidak menggigitku kok." "Drake... mencoba merekrutmu lagi?" Sam bertanya. "Yap... payah kan? Dia sepertinya tidak punya kerjaan lain selain menggangguku," gerutu Zack. "Hei, mereka tidak mengganggumu lagi kan?" "Eum, ya.." Sam mengangguk. Untuk saat ini, tambahnya di dalam hati. Sepertinya efek keberadaan Charis dan pengusiran Zack membuatnya aman untuk beberapa hari. Tapi ia tidak menjamin hal ini akan berlangsung lama. Mungkin kapan saja Tom akan ingat mengenai keberadaan dirinya. "Soal Drake..." Sam berbicara pelan pada Zack. Zack mengerutkan dahi. "Apa?" tanyanya. "Kau tidak memiliki niat menjadi Vampir kan?" Sesaat Zack terdiam. Kemudian dia mendengus geli. "Tidak. Aku tidak akan menjadi orang mati." ia menggerutu. "Kau yakin?" tanya Sam untuk meyakinkan. "Tentu saja," Zack mengangkat bahu. "Aku mau ke kantin. Ikut?" Sam segera menggeleng. "Oke," Zack segera berbalik pergi. Sementara Sam tampak tak berdaya masih berdiri di tempatnya, mengawasi punggung Zack yang bergerak menjauh. Sam tidak bisa memberitahukan apa yang ia lihat sebelumnya kepada Zack. Atau mungkin ia salah lihat. Tapi jelas sekali, ketika Zack dikepung oleh kedua Vampir tadi, sorot mata Zack tampak gelap seolah iris mata biru Zack berubah begitu saja. ----*----
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN