"Ada apa sih Mas?" "Duduk." "Kenapa gue harus duduk? Cepet omongin, gue tahu lo enggak cuma mau minta ditemenin kan?" "Duduk dulu saja." Bianca mengembuskan napas, lalu mendudukan diri di depan Ezra dengan raut sok marah. Bianca tahu, dirinya plin-plan dalam menghadapi masalah ini. Di sisi lain, ia selalu merasa bersalah, menyesal dan memutuskan untuk menjauh. Di sisi lain, melihat dan berinteraksi dengan Ezra sangat menyenangkan, bagaikan racun dengan rasa yang sangat manis. Semakin diteguk, semakin nikmat dan semakin mematikan lalu Bianca terjebak dalam dunia yang akan membuatnya tak bisa lagi melihat cahaya barang setitik pun. dan justru itu sisi menantang yang hati Bianca rasakan. Dosa memang membuat manusia gelap mata. Segala sesuatu yang tidak seharusnya dirasakan memang memb

