Bianca menatap kulit punggung Mas Ezra yang melepuh merah menyeramkan seperti terbakar dan itu ... nampak amat sangat menyakitkan. Sedang sejak tadi, Bianca sendiri masih berdiam diri, syok, bingung dan masih mencerna keadaan. Bagaimana kalau air keras itu mengenai tepat kulit wajahnya? Bagaimana kalau Mas Ezra tidak datang cepat-cepat dan mengorbankan tubuh untuk melindunginya? Dan bagaimana-bagaimana lain yang sejujurnya membuat Bianca hampir gila. "Nih, Bi. Minum dulu." Bianca mendongak, menemui Kimi yang datangnya entah dari mana. "Cepet, minum!" Setelah menyerahkan sebotol air pada Bianca. Kimi beralih pada Ezra. "Ambulannya udah di depan, kita berangkat sekarang ke rumah sakit." Ezra yang sejak tadi hanya diam dengan kekacauan yang ada pun langsung saja berdiri dan melenggang p

